5 Program Pemrosesan Data Alternatif Selain Microsoft Office

Microsoft Office adalah software ciptaan Microsoft untuk membantu pengguna komputer dalam mengolah data. Prototype dari Microsoft Office ini sudah diperkenalkan oleh Bill Gates pada tanggal 1 Agustus 1998 di COMDEX, Las Vegas, Amerika Serikat. Apa yang diperkenalkan oleh Bill Gates pada waktu itu akhirnya dikenal sebagai office suite pertama yang hanya berisikan Microsoft Word, Microsoft Excel dan Microsoft PowerPoint saja.

Akhirnya, Microsoft Office yang sudah dikembangkan dan dibenahi secara mendalam dirilis untuk kali pertama pada tanggal 19 November 1990 atau 27 tahun lalu. Bahkan selama bertahun-tahun, Microsoft Office terus diunduh dan digunakan oleh pengguna komputer, laptop bahkan portable gadget, seperti PDA, smartphone, phablet sampai dengan tablet di seluruh dunia. Dengan banyaknya pengguna dari produk tersebut, maka seakan dalam beberapa tahun, Microsoft Office tidak memiliki pesaing yang cukup serius.

Akan tetapi, dalam beberapa tahun terakhir mulai bermunculan para kompetitor dari Microsoft Office bermunculan, salah satunya berasal dari perusahaan raksasa dunia, Google dengan Google Docs-nya. Dari semua office suite yang ada sekarang ini, kira-kira mana yang lebih baik dan direkomendasikan? Sayangnya, pertanyaan seperti itu hanya dapat dijawab oleh perseorangan saja karena mau tidak mau penggunaannya juga tergantung dari kenyamanan seseorang.

Untuk lebih jelasnya, mungkin Anda dapat mengetahui perbedaan dan penjelasan singkat dari masing-masing office suite yang ada sekarang ini.

Google Docs suite

Google Docs suite (Google Docs, Sheets dan Slides) merupakan produk dari Google untuk pemrosesan data sampai dengan yang ditujukan untuk presentasi. Tidak seperti Microsoft Office, Google Docs suite ini disediakan secara gratis oleh Google. Hanya saja dalam penggunaannya, para penggunanya harus terhubung dengan internet.

Software berbasis  web yang dirilis pertama kali pada tanggal 9 Maret 2006 lalu tersebut kini sudah dikembangkan sedemikian rupa dan telah ditambahkan banyak fungsionalitas lainnya, seperti office suite (Word, Excel dan PowerPoint), terhubung dengan email dan cloud storage (Google Drive), Google Drawings, Google Apps Script dan banyak lagi lainnya. Kesemuanya disediakan gratis dengan tambahan 15GB untuk setiap akun yang menggunakannya dan langsung terhubung dengan Google Drive.

Walaupun disebutkan dapat digunakan secara gratis, namun ada pula versi berbayarnya dengan biaya sebesar USD 5 per bulan per akun. Tentu saja karena berbayar, maka akan ada banyak fasilitas lain yang tidak disediakan atau terdapat di versi gratisnya, seperti website builder, chat messenger daln banyak lagi lainnya.

Sayangnya, dikarenakan dalam penggunaannya harus terhubung dengan internet, maka banyak yang kurang begitu suka menggunakan produk dari Google ini dan tetap untuk memakaiproduk dari Microsoft tersebut. Google Docs suite ini sekarang sudah tersedia untuk berbagai macam platform, mulai dari versi web, Android iOS, Windows, MacOS dan BlackBerry.

LibreOffice

Libre Office merupakan office suite yang awalnya diciptakan oleh Star Division dan kemudian dikembangkan lagi oleh The Document Foundation. LibreOffice ini pertama kali dirilis pada tanggal 25 Januari 2011 lalu dan menyediakan layanan seperti Google Docs suit atau Microsoft Office secara gratis, seperti contohnya layanan pemrosesan data berupa tulisan, spreadsheets, presentasi, vector graphic editor, database anager sampai dengan math formula editor.

Sejak dirilis pertama kali, sampai sekarang ini LibreOffice sudah dikembangkan sedemikian rupa dan sangat kompatibel dengan Microsoft Office atau dengan kata lain, data yang dibuat dengan menggunakn LibreOffice masih dapat dibuka dengan menggunakan Microsoft Office dan begitu pula sebaliknya. Format datanya adalah OpenDocument (ODF) yang merupakan standarisasi ISO/IEC internasional.

Sekarang ini LibreOffice sudah tersedia dalam 110 bahasa lain dan kompatibel dengan berbagai macam platform, seperti Windows, OS X, Linux, Android, NetBSD dan FreeBSD. Menurut beberapa penggunanya, ketika digunakan di Android, LibreOffice tidak memakan banyak memori dan cukup ringan.

OpenOffice

Open Office atau Apache OpenOffice merupakan ‘sempalan’ dari LibreOffice yang mana dikembangkan secara keroyokan oleh StarOffice, Star Division, Sun Microsystems Apache OpenOffice, Apache Software Foundation da OpenOffice.org. Program data ini pertama kali dirilis ke publik pada tanggal 30 April 2002 lalu dan sampai sekarang ini menjadi salah satu alternatif jika tidak ada Microsoft Office.

Seperti halnya LibreOffice, Apache OpenOffice ini merupakan program open source yang dapat dikembangkan lagi secara gratis oleh berbagai pihak. Masih sama seperti LibreOffice, OpenOffice ini juga menggunakan format ODF yang mana masih dapat dibuka jika menggunakan Microsoft Office. Walaupun ODF adalah format dokumen utamanya, namun ada pilihan lain bagi penggunanya yang ingin menyimpan datanya itu dalam format word seperti yang terdapat pada Microsoft Word.

Macam-macam komponen yang terdapat dalam OpenOffice antara lain OpenOffice Writer, OpenOffice Calc, OpenOffice Impress, OpenOffice Base, OpenOffice Draw dan OpenOffice Math. Platform yang kompatibel dengan program ini antara lain Microsoft Windows, MacOS X, Linux, Unix, FreeBES, OpenBSD, NetBSD dan DragonflyBSD.

OfficeSuite

Mungkin program satu ini masih kurang begitu terdengar oleh para pengguna komputer pada umumnya walaupun sebenarnya sudah dirilis sejak tahun 2004 lalu. OfficeSuite merupakan aplikasi pemrosesan data yang dapat digunakan di beberapa platform, seperti Android, iOS, Palm OS, Symbian dan juga Microsoft Windows.

Biarpun tidak terkenal atau masih kalah tenar dengan sebangsa OpenOffice atau LibreOffice, namun pada tahun 2018 ini, OfficeSuite berhasil mendapatkan penghargaan dari Google berupa Android Excellence Award 2018. Bagian-bagian yang termasuk di dalamnya antara lain, OfficeSuite Documents, OfficeSuite Mail, OfficeSuite Sheets, OfficeSuite PDF dan OfficeSuite Slides.

WPS Suite

WPS Suite atau kependekan dari Writer, Presentaton and Spreadsheets Suite yang awalnya bernama Super-WPS Word processing System dan kemudian berganti menjadi Kingsoft Office ini merupakan program pemrosesan data yang dapat dikatakan paling tua di antara semuanya. Pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 1988, WPS Suite ini digunakan untuk komputer berbasis DOS.

Setelah munculnya Microsot Office, pihak Kingsoft terus berusaha untuk melawan kedigdayaan program pemrosesan data milik Microsoft tersebut. Namun sayangnya, sampai sekarang masih belum dapat mengunggulinya. Dan setelah bertahun-tahun melakukan uji coba serta perombakan dan pembenahan di segala sisi, pada akhirnya per tahun 200y, Kingsoft memutuskan untuk mulai masuk ke pasaran internasional dan per tahun 2009, produk tersebut dikompatibelkan dengan Microsoft Office.

Memang sejauh ini WPS Suite dapat digunakan secara gratis, namun berbeda dengan LibreOffice atau juga OpenOffice, program ini bukanlah suatu open source. Dan lagi, bagi yang ingin mendapatkan fasilitas lebih, maka dapat membeli versi premiumnya.

Setelah menciptakan produk untuk dapat digunakan di Microsoft Windows, Kingsoft akhirnya juga merilis WPS Suite yang dapat dipakai di beberapa platform, seperti Android, Linux dan iOS. Versi paling baru dari WPS Suite untuk Windows adalah versi 10.2.0.6051 yang dirilis pada tanggal 5 Mei 2018 kemarin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *